METAVERSE DAN PENDIDIKAN KINI DAN MASA DEPAN

METAVERSE DAN PENDIDIKAN  KINI DAN MASA DEPAN

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-5865458/di-muktamar-nu-jokowi-kita-semua-harus-siap-sambut-metaverse?_ga=2.52809704.154011434.1639982706-1219016400.1628215250

Metaverse adalah konsep dunia online yang memungkinkan orang berinteraksi dengan orang lain, berkolaborasi, dan berkomunikasi tanpa harus berada di ruang yang sama.




Baca artikel detikinet, "Jokowi Tawarkan Ide Metaverse Untuk Dakwah Virtual" selengkapnya https://inet.detik.com/cyberlife/d-5865522/jokowi-tawarkan-ide-metaverse-untuk-dakwah-virtual.


Meraverse itu  ide futuristik. 


"Ke depan, yang namanya teknologi harus mau tidak mau kita harus masuk ke sana, karena kita ingin teknologi ini maslahat bagi umat, maslahat bagi masyarakat, maslahat bagi rakyat, jangan sampai ini merusak, membuat hal-hal negatif bagi rakyat kita," kata Jokowi.

Jokowi lalu bercerita ketika dirinya bertemu dengan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Dia dikenalkan dengan digital metaverse, yang hanya dengan memakai kacamata oculus bisa bermain tenis meja dan bola fisik.



Baca artikel detiknews, "Di Muktamar NU, Jokowi: Kita Semua Harus Siap Sambut Metaverse" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-5865458/di-muktamar-nu-jokowi-kita-semua-harus-siap-sambut-metaverse.


"Lima tahun lalu, saya ingat betul, saya ketemu dengan pemilik Facebook, yang namanya Mark Zuckerberg, saya diajak saat itu main pingpong, tapi tidak ada bola pingpongnya, tidak ada meja pingpongnya, pakai kacamata oculus kemudian main bersama, sama kayak main pingpong persis 100 persen, tak, tok, tak, tok, keringetan juga," kata Jokowi.

Baca artikel detiknews, "Di Muktamar NU, Jokowi: Kita Semua Harus Siap Sambut Metaverse" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-5865458/di-muktamar-nu-jokowi-kita-semua-harus-siap-sambut-metaverse.


"Dan dia membisikkan kepada saya, Presiden Jokowi ini baru awal, nantinya semuanya akan virtual, semuanya akan muncul yang namanya metaverse, restoran virtual, kantor virtual, wisata virtual, mal virtual, hat-hati menyikapi ini," lanjut Jokowi.

Untuk itulah, dia meminta NU mengikuti perkembangan teknologi. Sesuai dengan tema 'Muktamar NU Berkhidmat untuk Peradaban Dunia', dia mengatakan Indonesia harus berperan aktif dalam perkembangan teknologi demi kemaslahatan umat.

"NU di dalam temanya berkhidmat untuk peradaban dunia, hati-hati memang, peradaban itu harus kita pengaruhi, agar maslahat bagi umat manusia di seluruh dunia, khususnya di negara kita Indonesia. Nanti semuanya dakwah virtual, pengajian virtual, tapi betul-betul kaya kita bertemu seperti ini, bukan seperti sekarang yang masih vicon," kata Jokowi.

Baca artikel detiknews, "Di Muktamar NU, Jokowi: Kita Semua Harus Siap Sambut Metaverse" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-5865458/di-muktamar-nu-jokowi-kita-semua-harus-siap-sambut-metaverse.




Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/



Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/


"Metaverse": Ancaman atau Peluang bagi Umat Manusia?

Baca artikel detiknews, ""Metaverse": Ancaman atau Peluang bagi Umat Manusia?" selengkapnya https://news.detik.com/kolom/d-5826538/metaverse-ancaman-atau-peluang-bagi-umat-manusia.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

https://news.detik.com/kolom/d-5826538/metaverse-ancaman-atau-peluang-bagi-umat-manusia?_ga=2.39725027.154011434.1639982706-1219016400.1628215250

Ancaman teknologi terhadap manusia,  bisa membuat manusia malas bergerak  dan bersosialisasi di dunia  nyata.


Selain itu, juga mengancam ganguan kesehatan   berupa kerusakan  mata dan obesitas  serta gangguan  mental  tidak bisa menerima diri di dunia nyata  karena dipengaruhi  gagasan  avatar dalam  metaverse.


Kemudian, peluang kejahatan dunia maya juga semakin terbuka lebar. Hal ini dipicu oleh kemampuan metaverse yang memungkinkan penggunanya menampilkan citra diri yang sangat lain dengan kenyataan aslinya di dunia nyata. Pencurian data serta manipulasi terhadap seseorang bisa lebih leluasa dilakukan.

Permasalahan sosial dan keagamaan pun tidak kalah banyaknya. Penyebaran konten yang mengandung pornografi ataupun yang bernuansa provokatif, agitatif, dan anarkis akan semakin mendapat ruang. Ingat bagaimana media sosial menjadi sarana utama penyebaran berita bohong (hoax), bahkan revolusi seperti yang terjadi di Mesir pada 2011.

Namun di tengah berbagai potensi bahaya yang ada, metaverse juga memiliki berbagai potensi manfaat. Kemungkinan untuk menjelajahi "dunia" tanpa melibatkan gerak fisik seperti di dunia nyata justru merupakan keunggulan utamanya. Orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik, seperti kaum lanjut usia atau difabel, bisa menikmati "dunia" selayaknya orang-orang pada umumnya.

Potensi ekonomi yang ada di dalamnya juga bisa menciptakan peluang usaha baru yang belum pernah ada pada era sebelumnya. Perusahaan-perusahaan juga akan terdorong untuk memikirkan konsep pemasaran dan penjangkauan pelanggan melalui metaverse.

Cathy Hackl, seorang futuris teknologi, mengatakan bahwa sebagaimana banyak perusahaan pada awal tahun 2000-an yang tidak terpikir sebelumnya untuk merambah media sosial, merek-merek pada tahun 2020-an ke atas harus melibatkan tim metaverse untuk bertahan pada era Web 3.0.

Melihat pola perkembangan teknologi yang telah terjadi, kemungkinan besar metaverse akan menjadi teknologi yang umum di masa depan. Bisa saja nantinya ada sekolah virtual yang mengajarkan ilmu-ilmu yang hanya bisa dimanfaatkan di metaverse, kebun binatang virtual yang berisi hewan-hewan purbakala dan khayalan, atau hunian dan gedung perkantoran yang mustahil diwujudkan dalam dunia nyata. Jika dikelola dengan baik, metaverse tentu akan menjadi berkah bagi umat manusia.

Oleh sebab itu, permasalahannya bukan lagi terletak pada boleh-tidaknya teknologi ini dikembangkan. Tetapi, bagaimana arah pengembangannya dan penerapan etika bagi penggunanya. Tentu saja Meta tidak akan menjadi pemain tunggal pengembang metaverse. Akan ada perusahaan-perusahaan lain, bahkan mungkin yang saat ini belum berdiri, yang akan mengembangkan metaverse-nya sesuai dengan imajinasinya masing-masing. Hal inilah yang akan memperumit diskusi yang ada.

Polemik yang akan muncul seputar metaverse tidak hanya membutuhkan jawaban dari kalangan teknologi. Tetapi juga pandangan multidisiplin, seperti dari ahli hukum, pemuka agama, psikolog, maupun sosiolog. Permasalahan-permasalahan yang menyertai pengembangan metaverse harus selalu ditanggapi dan menjadi masukan dalam pengembangan versi berikutnya.

Misalnya, sejauh mana anonimitas dan kebebasan bisa diwujudkan dalam metaverse? Sekuat apa hukum dapat menyentuh "kejahatan" yang dilakukan seorang avatar terhadap avatar lain di metaverse? Seperti apa norma-norma masyarakat dan tradisi yang diterapkan dalam metaverse? Seperti halnya teknologi yang lain, jangan sampai manusia diperbudak olehnya. Dengan begitu, metaverse akan memberi manfaat secara luas.

Mungkin Anda berpikir bahwa teknologi yang canggih seperti ini baru akan terwujud dalam jangka waktu lama. Namun Mark Zuckerberg memperkirakan bahwa metaverse akan menjadi hal yang umum dalam waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan saja. Bersiap-siaplah memasuki era dunia imajinasi "tanpa batas."

Tomy Handaka Patria alumni Magister Teknologi Informasi Universitas Indonesia, kini bekerja sebagai profesional IT

Baca artikel detiknews, ""Metaverse": Ancaman atau Peluang bagi Umat Manusia?" selengkapnya https://news.detik.com/kolom/d-5826538/metaverse-ancaman-atau-peluang-bagi-umat-manusia.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/




  (https://news.detik.com/kolom/d-5826538/metaverse-ancaman-atau-peluang-bagi-umat-manusia?_ga=2.39725027.154011434.1639982706-1219016400.1628215250)


Comments

Popular posts from this blog

MENUJU USIA EMAS SDI GOLOWELU I

SEKOLAH DAN GURU _ GURU PERTAMA DI MANGGARAI